04 Juni 2014

MENJAGA KESEHATAN GIGI

MENJAGA KESEHATAN GIGI.. Rongga mulut merupakan gerbang utama dari proses pencernaan makanan kita. Pencernaan makanan dimulai saat  makanan dikunyah dan dicampur dengan ludah lalu masuk ke dalam lambung dan akhirnya diserap di dalam usus.Organ untuk mengunyah yaitu gigi geligi bersama jaringan penyangganya yang baik.merupakan persyaratan bagi pencernaan yang optimal. Selain itu gigi  geligi juga berperan penting pada waktu kita berbicara dan juga di perlukan untuk untuk mempercantik wajah dan penampilan kita. Oleh karena itu menjaga kesehatan gigi geligi sangatlah perlu untuk diperhatikan.

Di tengah masyarakat kita masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kita penting untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi, dan sebaliknya banyak masyarakat menyadarinya  dan mengetahui pentingnya kebersihan mulut dan menjaga kesehatan gigi, namun karena disebabkan ekonomi yang lemah hingga  mereka tak pernah memeriksakan kesehatan gigi pada dokter gigi secara teratur bahkan mengabaikannya sama sekali, dan akhirnya kebersiahn mulut da kesehatan gigi dianggap  sepele dan tidak  harus mengunjungi dokter gigi secara teratur, itu juga dilema ditengah masyarakat MENJAGA KESEHATAN GIGI yang penting gosok gigi dengan pasta gigi tiap hari dianggap selesai dan cukup..
Dunia kesehatan mengenal istilah " Mencegah lebih baik dari pada mengobati " oleh karena itu mengenali penyakit gigi juga di perlukan untuk merawat kesehatan gigi kita.

Kenali Gingivis
Gingivis adalah penyakit radang gusi (gingiva) yang di tandai dengan gusi berwarna kemerahan, bengkak atau kelihatan menurun, kadang-kadang mudah berdarah saat menyikat gigi, gigi terasa goyang sakit bila di sentuh dan sering terasa bau mulut yang tak sedap. Banyak diantara kita yang belum mengetahui bahwa gingivis merupakan tahap awal dari infeksi gigi dan ancaman yang cukup serius bagi orang yang berusia 30 tahun keatas.
Mengapa orang dewasa lebih rentan terhadap penyakit ini? Penyebab utamanya adalah kelalaian dan perawatan gigi yang tidak tepat.Jika kita tidak merawat gusi dan gigi sebagaimana seharusnya maka bakteri dalam mulut akan berkembangbiak sehingga menyebabkan kerusakan gusi dan gigi. Jika hal ini di biarkan berlanjut maka gusi akan rusak atau menurun sehingga terjadi periodontitis (radang pada jaringan penyangga gigi), bernanah (abses Gusi) serta gigi akan menjadi goyang dan kemudian tanggal meskipun masih baik.
Gusi atau gingiva merupakan jaringan yang menutupi 2/3 bagian gigidan sangat penting untuk menjaga keutuhan gigi. Salah satu penyebab terjadinya gingivitis adalah adanya  plak gigi.

Plak gigi
Plak gigi atau pelikel adalah suatu lapisan bahan organik yang terjadi segera sesudah pembersihan gigi secara mekanis yang diikuti dengan terjadinya kolonisasi bakteri rongga mulut dalam lapisan tersebut. Jadi secara normal pembentukan plak gigi terjadi pada leher gigi atas gusi.
Cepat lambatnya pembentukan plak gigi tergantung dari kecepatan kolonisasi ketiga unsur tadi serta penggunaan bahan pembersih gigi yang dapat mencegah terjadinya plak gigi.
Secara klinis plak gigi dapat dilihat 3-4 jam sesudah pembersihan gigi dan plak mulai terbentuk dan dapat diukur satu jam setelah gigi di bersihkan serta penumpukan maksimal terjadi lebik kurang 20 hari. Plak yang tertimbun akan memproduksi racun yang menyebabkan radang gusi atau gingivis dan asam laktat yang terbentuk dalam plak akan membuat lapisan email menjadi rapuh dan berlubang dan akibatnya akan menyebabkan kita sering terserang sakit gusin dan gigi. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi kita memilih pasta gigi yang baik untuk gusi dan gigi kita, serta kedokter gigi tiap 6 bulan sekali.. semoga bermanfaat.

Penulis: Yuswanto
Di sarikan berbagai sumber.

26 Mei 2014

TIPS PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) TIKUS (RATUS-RATUS) PADA TANAMAN PANGAN/PADI

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) tikus ( ratus-ratus ) pada tanaman pangan/padi. Hama tikus merusak tanaman padi dari saat dipersemaian, hingga puncak serangannya pada saat tanaman padi pada fase bunting hingga menjelang masa panen bahwa pasca panen saat penyimpanan padi disimpan dilumbung padi atau di goni. Sebenarnya serangan hama tikus paling produktif dilakukan oleh anakkan tikus hal ini disebabkan karena anak tikus ingin mempertajam giginya, hingga kerusakan tanaman padi yang disebabkan serangan tikus muda atau anak tikus berdampak sangat besar, sehingga sangat meresakan petani. 

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) tikus ( ratus-ratus ) pada tanaman pangan/padi, merupakan cara mengendalikan populasi tikus yang ada agar tidak merugikan para petani yang bisa berakibat mengancam dan terganggunya pencapaian swasembada pangan/beras dalam negeri kita. Untuk mengendalikan populasi hama tikus tersebut alangkah baiknya kita mengetahui beberapa hal penting tentang hama tikus tersebut.

Tikus merupakan kelompok OPT pengerat dari golongan mamalia dan menyusui, yang merusak tanaman dengan menggunakan gigi tajamnya, tikus yang nama latinnya ratus-ratus mempunyai 4 kaki dengan 18 jari-jari, jumlah jari depan 8 dan jari kaki belakang 10, masing-masing bagian jari kaki mempunyai tugas yang saling mendukung. jari kaki depan berfungsi untuk ngorek tanah sedang jari kaki belakang untuk membuang korekan tanah. Rumah atau lubang tikus mempunyai 4 ruangan/lubang. dan tikus adalah termasuk hewan yang sensitif dan sangat marah kalau jalan kumis panjangnya menyentuh sesuatu yang menimbulkan bunyi. Umur tikus sendiri berkisar antara 3 sampai 4 tahun , dengan masa bunting 1 bulan dan pada masa bunting seekor tikus dapat merusak tanaman padi 170 tunas/malam dan sepasang tikus dapat berkembang biak 2000 ekor/tahun. 

Bila dilihat dari perkembangan populasi tikus yang sangat pesat dan usia tikus yang cukup lama, bukan tidak mungkin serangan hama tikus amat meresahkan masyarakat petani dan bisa berakibat petani gagal panen dan menanggung kerugian yang besar.  Oleh sebab itu harus dilakukan tindakan untuk mengendalikan populasi tikus dan mengantisifasi serta mengatasi serangan hama tikus. Untuk pengendalian populasi dan serangan hama tikus tersebut dapat di lakukan dengan beberapa cara, yang diantaranya.

1.Tindakan mengantisifasi serangan tikus .
  •  Membuat kampung buat hama tikus membangun keluarga dengan radius dan besaran tertentu dengan tujuan untuk lebiah memudahkan mengendalikan populasi dan serangan hama tikus tersebut.
  • Dengan menggunakan umpan yang telah di beri racun atau insektisida tertentu seperti CLERAT yang membunuh tikus dengan tidak di ketahui kloninya yang diletakkan dipematang sawah dimulut lubang tikus dan terutama diwilayah perkampungan tikus yang telah kita buat, atau pada lahan yang banyak semak belukarnya yang di sekitar lahan tanaman/persawahan padi kita. Hal ini dilakukan sebaiknya sebelum musim tanam.
  • Gropeyokan yang dilakukan setelah selesai panen yang dilakukan petani bersama-sama secara serentak dengan tujuan menekan populasi tikus dengan hasil yang maksimal, hingga saat musim tanam selanjutnya jumlah populasi tikus tidak lagi mengkhawatirkan akan merusak dan merugikan para petani. Sebaiknnya saat gropeyokan dilakukan petani yang bekerja sama dengan ppl, alat yang digunakan selain pentungan dan cangkul juga dengan menggunakan tiran (belerang) yang di tembakkan kedalam lubang tikus yang masih aktif, sebab sistem kerja tiran menyerang sistem saluran pernafasan tikus. 

2.Memberi umpan yang telah dicampur insektisida pada saat musim tanaman.

3.Memanfaatkan predator/musuh alami seperti ular dan burung pemangsa tikus. 

4.Memasang plastik mulsa pada pinggiran pematang sawah, namun cara ini butuh biaya ekstra. 
 
Dari beberapa cara dan tindakan yang kita lakukan untuk mengendalikan populasi dan serangan hama tikus menurut penulis  cara yang pertama atau 1.tindakan  mengantisifasi serangan tikus, merupakan cara yang paling dianjurkan menurut penulis hal ini sangat efektip, sebab hal itu dapat menekan perkembangan populasi dan serangan hama tikus dan menekan kerugian masyarakat yang diakibatkan serangan hama tikus. Demikianlah tips pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) Tikus (Ratus-Ratus) pada tanaman pangan padi.semoga tips ini dapat membantu para petani untuk mengendalikan populasi tikus agar tidak merugikan petani.  

Penulis yuswanto
Sumber :Pengalaman admin disekolah lapangan Pengendalian OPT Tikus.